indosiar.com, Jakarta - Terbentuknya tim ekonomi baru di Kabinet Indonesia Bersatu disambut gembira oleh kalangan pasar modal. Pengamat pasar modal Dandosi Mataram menilai keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merombak tim ekonomi sebagai langkah koreksi yang tepat.
Sebelumnya, pasar sudah meragukan kinerja tim ekonomi dan menginginkan reshuffle karena banyak menteri yang salah penempatan dan kurang koordinasi. Karena itu, tim ekonomi baru diharapkan mampu mengurangi keraguan pasar.
Salah satu faktor yang direspon positif adalah masuknya Boediono sebagai Menko Perekonomian. Terbukti sejak pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga 23 poin. Padahal di sisi lain ada berita buruk yang mampu mempengaruhi pasar modal yakni naiknya tingkat inflasi hingga 18 %.
Saat ini pasar tengah menunggu kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memperbaiki berbagai kebijakan di bidang ekonomi seperti APBN, subsidi BBM dan RUU Pajak.
Sementara Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) MS Hidayat menghimbau pemerintah untuk tidak hanya memikirkan perbaikan ekonomi makro, namun juga mikro, diantaranya adalah dengan membenahi sektor riil yang kini tengah menghadapi dilema pasca kenaikan harga BBM.
Karena itu, menurut Hidayat, pertumbuhan ekonomi hanya bisa tumbuh oleh tumbuhnya sektor riil, meningkatnya kinerja ekspor dan masuknya investasi. Sementara itu, stabilitas ekonomi makro bisa dicapai memerangi inflasi dan menciptakan lapangan kerja. (Tim Lip/Tom)