indosiar.com, Surabaya - Singkong bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan etanol sebagai bahan bakar. Bahkan bahan bakar alternatif ini selain lebih murah juga tidak menimbulkan jelaga atau bekas menghitam pada alat memasak.
Dilihat dari bentuknya kompor ini tidak jauh berbeda dengan kompor minyak tanah pada umumnya. Namun yang membuat kompor ini berbeda adalah bahan bakar yang digunakan. Kompor yang diperkenalkan oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini memanfaatkan bahan bakar etanol yang terbuat dari ketela pohon atau singkong.
Untuk membuat etanol, singkong yang digunakan adalah singkong karet yang tidak bisa dikonsumsi. Etanol bisa juga dibuat dari bahan baku selain singkong, asalkan memiliki kandungan karbohidrat tinggi karena bahan dasar etanol adalah karbohidrat.
Keunggulan lain dari kompor ini adalah api birunya yang tidak menimbulkan jelaga atau bekas hitam sehingga peralatan dapur yang digunakan tidak cepat menjadi hitam. Selain itu kompor ini juga lebih irit, jika dibandingkan dengan kompor minyak tanah.
Satu liter etanol sebanding dengan 9 liter minyak tanah, menjadi lebih murah mengingat satu liter etanol dijual dengan harga 10 ribu rupiah. (Tim Liputann/Sup)