indosiar.com, Arab Saudi - Fasilitas bagi jemaah calon Haji memang harus menjadi perhatian serius saat ini. Pasalnya selain jatuh dari pemondokan yang tidak bertalis, kondisi lift yang buruk juga telah menyebabkan 3 jemaah dirawat di rumah sakit karena putusnya tali seling lift di pemondokan. Selain itu para jemaah juga harus waspada atas tindak kriminalitas di pemondokan.
Fasilitas pemondokan para jemaah calon Haji di Madinah saat ini tergolong kurang baik. Para jemaah setiap hari selalu tampak berkerumun mengantri didepan lift untuk naik ke kamar pemondokan karena jumlah lift yang tidak seimbang dengan penggunanya.
Bahkan sempat terjadi insiden lift jatuh di pemondokan 543 Argo medik sektor V Madinah. Akibatnya 3 calon Haji asal Mojokerto yang tergabung dalam Kloter 30 Surabaya cedera. Ketiganya adalah Nurmaidah, Silviana dan Junakiyah yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit King Fahd Madinah.
Bahkan Silviana mengalami patah tulang paha dan harus menjalani operasi. Hal lain yang menjadi masalah calon Haji adalah soal keamanan. Para jemaah yang tengah beribadah tidak luput dari sasaran tindak kriminalitas. Seperti yang dialami jemaah haji Kloter 30 Solo yang berada di Sektor V Madinah.
Sepulang dari menunaikan sholat subuh di Masjid Nabawi, mereka mendapati pintu kamar telah terbuka dan tas mereka berantakan. Para jemaah kehilangan telepon genggam dan uang jutaan rupiah. Minimnya fasilitas serta lemahnya sistem keamanan kini harus menjadi perhatian serius dari penanggung jawab Haji Indonesia.
Pasalnya masalah ini telah terjadi setiap musim Haji tiba dan menjadi ancaman bagi para jemaah asal Indonesia. (Erwin Saputra/Eri Sofyan Hakim/Dv).