indosiar.com, Jakarta - Sejumlah tayangan film anak-anak ternyata memiliki dampak nyata terhadap anak-anak dan wanita. Sebuah penelitian yang dilakukan Sunarto, mahasiswa pasca sarjana komunikasi Universitas Indonesia menunjukkan bahwa fenomena kekerasan pada anak-anak salah satunya akibat pengaruh film kartun. Penelitian tersebut sekaligus menghantarkan Sunarto meraih gelar doktor untuk ilmu komunikasi di Universitas Indonesia.
Melalui desertasinya yang berjudul Kekerasan Televisi Terhadap Wanita yang diajukan dalam sidang untuk memperoleh gelar doktor dalam bidang komunikasi di Universitas Indonesia Kamis (19/07/07) kemarin, Sunarto mengungkap fenomena kekerasan dimulai sejak usia anak-anak.
Televisi sebagai media yang akrab dengan anak dinilai ampuh menyebarkan nilai maupun praktek kekerasan terhadap wanita. Doktor asal Kudus ini mengambil obyek penelitian film kartun Crayon Sinchan, Doraemon yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta.
Film Crayon Sinchan di negara asalnya Jepang justru dilarang dipertontonkan kepada anak-anak. Namun di Indonesia, film ini meraih rating tinggi, padahal sang tokoh digambarkan bersikap kurang ajar terhadap ibunya, baik melalui perbuatan maupun kata-kata. Hal ini berbahaya bagi pemikiran si anak disaat dewasa.
Sementara itu Profesor Alwi Dahlan selaku promotor menyatakan, tema yang diambil Sunarto sangat menarik karena terjadi dalam kehidupan nyata.
Sunarto adalah salah satu doktor yang berhasil meraih predikat Cum Laude dengan indek prestasi 4. Pria kelahiran 27 Juli 1966 ini berhasil menamatkan program tepat waktu. Walau terlahir dari pasangan ayah petani gurem dan ibu penjual pecel di Sukoharjo, Sunarto berhasil menamatkan study S1 di Undip dengan prestasi tinggi.