indosiar.com, Jakarta - Istana presiden belakangan seolah menjadi tempat terakhir bagi warga yang mengadukan nasib mereka. Itu juga dilakukan dua janda pahlawan, Soetarti dan Roesmini yang melakukan aksi diam di depan istana. Mereka bertekad akan mengembalikan seluruh tanda jasa kepahlawanan suaminya, termasuk memindahkan jasad mereka ke pemakaman umum, bila mereka di vonis bersalah.
Dua dari tiga perempuan yang melakukan aksi diam di depan Istana Negara ini, adalah Soetarti dan Roesmini janda pahlawan pejuang Kemerdekaan 1945, yakni almarhum Ahmad Kuseini dan Soekarno. Aksi diam dilakukan selama 65 menit, untuk meminta perhatian presiden atas kasus yang membelit mereka.
Mereka juga berharap hakim memberikan putusan bebas, terkait penggunaan rumah milik dinas pegadaian yang akan dibacakan Selasa 27 Juli mendatang. Kedua janda pahlawan ini mengancam mengembalikan seluruh bintang jasa yang telah diterima suami mereka kepada negara, jika pengadilan memvonis mereka bersalah.
Mereka juga mendedak pemerintah memindahkan jasad suaminya dari Taman Makam Pahlawan ke pemakaman umum dan menghentikan uang pensiun mereka.
Sementara menurut Sambodo anak Sutarti yang mendampingi orangtuanya melakukan aksi hingga saat ini belum ada respon dari istana atas berbagai protes mereka.
Selama berlangsungnya aksi diam, para janda pahlawan ini juga menggelar spanduk atas protes mereka serta belasan piagam dan tanda jasa dari negara yang diberikan kepada suami-suami mereka. Tanda jasa tersebut antara lain, piagam bintang gerilya, tanda jasa pahlawan angkatan 45, satya lencana graha operasi militer I hingga VI, serta tanda jasa penumpasan G 30S PKI. Rencananya mereka akan menggelar aksi serupa setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. (Ahmad Fauzan/Gunadi/Sup)