indosiar.com, Papua - Kepolisian Daerah Papua menangkap dua anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Kampung Kapeso. Selasa (09/06/09) pagi mereka dibawa ke Markas Polda Papua, selain itu pihak kepolisian juga mengamankan puluhan senjata rakitan serta dokumen OPM selama menduduki kampung Kapeso sejak 13 Mei lalu.
Setelah kontak senjata dengan anggota OPM di Kampung Kapeso, Kabupaten Mambera Moraya pasca dikuasainya kantor wakil klasis di Kanal Suwandi atau daerah pertahanan depan OPM di Kampung Kapeso 2 Juni lalu, polisi berhasil mengamankan dua tersangka salah satunya Nelayen Serem, seorang ibu yang ditenggarai sebagai guru spiritual dan Agus Solo, seorang anggota OPM yang masih berumur 14 tahun.
Selain menangkap keduanya, aparat juga mengamankan 15 senjata rakitan jenis laras panjang dan berbentuk pistol, serta sejumlah peluru organik yang selama ini dipakai selama proses pembentukan pasukan di kampung tersebut.
Layaknya sebuah lembaga atau institusi yang resmi, proses pembentukan pasukan di kampung Kapeso juga memiliki dokumen resmi, seperti surat tugas dan surat perintah. Dalam sejumlah dokumen yang diamankan Polda Papua, terdapat sejumlah foto pasukan sedang melakukan latihan, serta upacara kemerdekaan Papua Barat di Kampung Kapeso.
Diduga kelompok ini telah membentuk pasukan sejak satu tahun lalu, namun mulai menguasai lapangan terbang dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora di Lapangan Terbang Kapes pada awal bulan Mei lalu.
Walaupun pihak keamanan telah menguasai kantor klasis GKI perwakilan di Kampung Kapeso yang berjarak 300 meter, namun hingga saat ini bendera Papua Merdeka, Bintang Kejora belum dapat diturunkan. (Andre Kirwel/Sup)