HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Sekolah Master

Gratis Bagi Anak Tak Mampu dan Berprestasi





indosiar.com, Depok -
(Rabu, 28.09.2011) Jika guru memukul siswa jadi contoh buruk dunia pendidikan, yang berikut adalah sekolah master yang bukan sekolah tingkat S2, tapi ini adalah sekolah gratis bagi anak-anak kurang mampu yang diselenggarakan di masjid terminal di Depok, Jawa Barat. Tapi jangan salah, kendati serba terbatas, sekolah master ini terbilang syarat berprestasi dan bisa menelurkan lulusan yang diterima di universitas ternama.

Belajar secara gratis di sekolah master atau masjid terminal di Depok, Jawa Barat ini berlangsung dalam keterbasan. Para murid belajar secara lesehan, karena tak ada bangku di sekolah yang dikelola Yayasan Bina Insan Mandiri ini. Sekolah bagi kalangan tak mampu terutama para anak jalanan yang terdiri dari Taman Kanak-kanak hingga SMA ini didirikan tahun 2000 oleh warga Depok bernama Nurrohim. Dulunya kegiatan belajar mengajar di sekolah ini menggunakan masjid sebagai ruang kelas. Kini sekolah master tersebut sudah mendidik 2500 siswa tak mampu.

Sementara bagi para siswa sekolah master ini jadi penyemangat mereka untuk bisa mengubah keadaan lewat tuntunan ilmu yang didapat. Staf pengajar di sekolah ini juga para relawan. Salah satunya adalah Intan Hayati, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan yang merelakan dua jam waktunya dalam sehari untuk mengajar matematika di sekolah ini.

Meski berjalan dengan keterbatasan, sekolah jalanan ini bukan tanpa prestasi. Sejumlah kejuaraan pernah diraih, seperti, juara matematika tingkat nasional tahun 2009, juara group musik bahan bekas tingkat Jawa Barat  tahun 2010, dan juara satu silat kota madya Depok. Tidak hanya itu, sejumlah lulusan sekolah master ini juga berhasil masuk perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Universitas Negeri Jakarta.

Meski berangkat dari jalanan, semangat yang ditunjukan oleh siswa sekolah anak jalanan jadi contoh kegigihan untuk mengubah nasib. (Albert Bembot/Amin/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: