indosiar.com, Surabaya - Selasa (25/11/08) ini diperingati sebagai hari Guru, namum meski menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa, nasib guru tetap tidak jelas. Senin (24/11) kemarin, ratusan guru tidak tetap berunjuk rasa saat berlangsung sidang paripurna di DPRD Kota. Ironisnya salah seorang guru sempat pingsan saat menuntut haknya.
Nur Aisyah, Guru Tidak Tetap atau GTT asal SDN Perang Utara Surabaya ini pingsan saat unjuk rasa bersama ratusan guru se Surabaya di Gedung DPRD kota Surabaya. Beberapa rekan guru tampak panik dan berusaha menolong Nur Aisyah yang sedang hamil 5 bulan. Diduga Nur Aisyah kelelahan selama dua jam saat berunjuk rasa. Nur Aisyah adalah satu potret pengajar GTT yang sudah 23 tahun mengabdi. Namun hingga kini belum juga diangkat menjadi guru tetap atau PNS.
Sementara itu ratusan guru lainnya tetap berunjuk rasa sambil menghandang dan duduk di pintu masuk. Para guru ini menunggu sidang paripurna DPRD Kota Surabaya bersama wakil walikota Surabaya, Arif Affandi yang membahas kebijakan pendidikan. Para guru juga membentangkan poster tuntutan. Mereka mendesak Walikota Surabaya agar segera mengangkat 1000 pengajar GTT se Surabaya menjadi PNS seperti di guru Tulungagung dan Sidoarjo yang sudah diangkat PNS.
Rata-rata guru GTT se Surabaya ini mengabdi selama 15 tahun hingga 25 tahun. Mereka akan tetap berunjuk rasa hingga tuntutan menjadi PNS dikabulkan Walikota Surabaya. (Miftaul Arif/Sup)