indosiar.com, Indramayu - Hama ulat tetra saat ini tengah menyerang ratusan hektar sawah siap panen di Indramayu, Jawa Barat. Ulat terus mengerogoti batang dan daun padi, meski petani telah menyemprotkan insektisida. Akibatnya produksi gabah petani merosot tajam dari semula 6 ton menjadi hanya 3 ton perhektar sawah.
Ribuan ulat jenis tetra ini menyerang tanaman padi seluas 420 hektar di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, Jawa Barat. Serangan terparah terjadi di Desa Cangkingan, Jaya Laksana dan Jaya Winangun.
Ulat-ulat itu berkembangbiak dengan cepat dan mengerogoti batang serta daun padi. Meski petani telah menyemprot dengan insektisida, namun ulat tetra tetap beranak pinak. Akibat serangan ulat, produksi gabah merosot tajam dari 6 ton menjadi 3 ton perhektar. Bahkan disejumlah petak sawah nyaris gagal panen karena parahnya serangan ulat.
Diperkirakan kerugian akibat serangan ulat ini mencapai ratusan juta karena perhektarnya petani rata-rata merugi antara 5 juta hingga 6 juta rupiah.
Serangan ulat ini membuat nasib petani semakin terpuruk karena justru terjadi disaat harga gabah anjlok. Harga gabah kering panen yang semula mencapai 2100 rupiah perkilogram kini hanya dihargai 1700 rupiah. Para petani berharap pemerintah segera turun tangan agar Bulog membeli gabah langsung dari petani dengan harga standar yang telah ditetapkan. (Masyuri Wahid/Sup)