indosiar.com, Jawa Barat - Memasuki awal bulan puasa harga berbagai jenis sayuran di terminal argo bisnis Cigombong, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat untuk pasokan keberbagai pasar tradisional di Jakarta mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Kenaikan harga sayuran dikarenakan banyaknya permintaan sedangkan pasokan dari para petani mengalami kekurangan.
Memasuki awal bulan suci ramadhan, aktifitas penjualan berbagai jenis sayuran di Sub Terminal Argobisnis Cigombong, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat mengalami penurunan. Penurunan diakibatkan berkurangnya pasokan sayuran dari para petani di sentra produksi Argopolitan, Cipanas akibat musim kemarau berkepanjangan. Sementara permintaan sayuran untuk pasokan keberbagai pasar tradisional di Jakarta mengalami peningkatan sejak awal bulan puasa.
Seiring meningkatnya permintaan, harga sayuran juga mengalami kenaikan dengan kisaran 10 persen. Adapun beberapa jenis sayuran yang mengalami kenaikan seperti gol gepeng, kentang, wortel, seledri, causin, labu siam dan buncis.
Menurut seorang bandar sayuran Abdullah, kenaikan harga sayuran di Sub Terminal Argobisnis Cigombong, Cipanas belum tentu sama dengan kenaikan di tingkat bandar dan penjual di pasar tradisional Jakarta. Bahkan kenaikan sayuran pada awal bulan ramadhan ini bisa lebih besar pada tingkat pedagang, karena permintaan dari konsumen yang semakin besar.
Kenaikan harga sayuran juga diikuti kenaikan harga berbagai bahan pokok di Pasar Induk Cianjur. Kenaikan harga mulai dari harga gula merah dari 8 ribu rupiah perkilogram menjadi 8500 rupiah perkilogramnya. Sedangkan gula putih mengalami kenaikan sebesar 1000 rupiah dari harga 8 ribu rupiah menjadi 9 ribu rupiah perkilogram. Begitupun dengan harga ayam mengalami kenaikan sebesar 3 ribu rupiah perkilogram, sedangkan kenaikan daging sapi sebesar 10 ribu rupiah. (Erin Darussalam/Sup)