indosiar.com, Jakarta - Menjelang hari Raya Idul Fitri pemerintah menjamin aman pasokan bahan makanan meski diakui harga gula pasir dan cabe merah mengalami kenaikan diatas 15 persen. Terkait soal gula pasir, Menteri Perdagangan mengatakan kenaikan harga gula dipengaruhi harga gula di pasar internasional.
Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu seusai rapat paripurna Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, Jakarta Kamis (10/09/09) kemarin menjelaskan, menjelang hari Raya Idul Fitri tahun 2009 ini harga - harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dan stok pangan hingga akhir tahun 2009 ini dalam batas aman.
Namun demikian Marie Elka mengungkapkan, selain terdapat penurunan harga untuk telur ayam dan beras, terdapat kenaikan harga untuk gula pasir sebesar 18,7 persen dan cabe merah sebesar 16,7 persen.
Naiknya harga gula pasir karena harga gula di pasar internasional yang mengalami kenaikan. Dan untuk mengantisipasi ini, pemerintah berencana menggelar pasar murah di sejumlah provinsi dan mengatur impor bahan gula mentah.
Sementara itu operasi pasar gula pasir yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekalongan, Jawa Tengah di Kelurahan Pasir Sari, Pekalongan kemarin siang diserbu ratusan warga. Untuk menghindari kesemrawutan akibat saling berebut, pihak Disperindag memberlakukan sistem kupon.
Masing-masing warga mendapat satu kupon untuk pembelian 2 kilogram gula pasir seharga 14 ribu rupiah. Namun sayang, operasi pasar gula ini diduga justru dimanfaatkan para pedagang dari luar kelurahan untuk melakukan aksi borong. Mereka menyewa joki untuk ikut mendapatkan kupon, akibatnya banyak warga setempat yang kecewa karena tidak kebagian kupon.
Sejumlah warga melakukan protes kepada petugas Disperindag namun tidak digubris. Petugas hanya mengatakan kupon telah habis sesuai dengan persediaan gula yang dijual. (Iwan Munandar/Ahmad Susanto/Kuncoro Wijayanto/Sup)