indosiar.com, Cirebon - Menanak nasi bagi Siti Fatimah kini tidak sekedar memasak beras menjadi nasi. Sejak kenaikan harga susu formula dalam dua minggu terakhir, menanak nasi juga mempunyai tujuan lain, yakni menyiapkan air tajin.
Fatimah harus melebihkan takaran air agar bisa memperoleh sisa air rebusan beras lebih banyak, untuk dibuat tajin bagi ketiga anaknya yang masih kecil. Karena harga susu formula semakin tidak terjangkau, warga Kampung Cantilan, Pulau Baru, Cirebon ini, terpaksa menggantinya dengan air tajin.
Dengan dicampur garam, air sisa rebusan beras inipun siap diminum. Soal kandung gizi dan nutrisi memang tidak bisa disamakan dengan susu, meski sama-sama berwarna putih. Namun Fatimah mengaku tidak punya pilihan lain, karena pendapatan suaminya sebagai buruh tidak mencukupi untuk membeli susu.
Karena telah terbiasa, anak-anak justru lebih menyukai tajin daripada susu. Mereka mengaku menghabiskan satu gelas tajin hampir setiap hari, sebagai pengganti susu. Namun tidak hanya kepada anak-anak, air tajin pun disajikan untuk bayi lewat botol susu.
Kondisi ini tidak hanya dialami keluarga Fatimah. Sejumlah keluarga lain terutama di kawasan pesisir Cirebon, mulai melakukan hal yang sama yakni menggunakan air tajin sebagai pengganti susu formula, yang kian tak terjangkau.(Mashuri Wahid/Ijs)