indosiar.com, Jakarta - Kondisi mantan Presiden Soeharto pada hari ke 18 ia dirawat di RSPP kembali menurun. Tim dokter menemukan adanya gangguan pada dua organ vital Pak Harto yakni paru-paru dan pencernaan.
Dalam konferensi pers Senin (21/01/08) pagi, Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono menjelaskan, ada dua organ vital Pak Harto yang mengalami gangguan yakni fungsi paru-paru dan fungsi pencernaan.
Mardjo menjelaskan, gangguan pada paru-paru terjadi karena terjadinya penimbunan cairan setelah pada hari Minggu (20/01) kemarin, tim dokter kepresidenan melakukan transfusi darah untuk menaikkan leukosit darah Pak Harto. Sementara gangguan pencernaan terjadi karena kondisi Pak Harto tidak bisa menerima makanan melalui mulut.
Untuk mengatasi gangguan pada pencernaan tim dokter presiden akan memberi makanan pak Harto melalui selang infus. Sedangkan untuk mengatasi gangguan pada paru-paru hari ini tim dokter kepresidenan akan melakukan penyedotan pada paru-paru Pak Harto.
Meskipun kondisinya secara umum menurun, namun kesadaran Pak Harto tetap membaik. Hal ini ditandai dengan kemampuan Pak Harto untuk merespon perintah disekitarnya dengan cara mengangukan kepala. Selain itu Pak Harto juga bisa bernapas secara spontan. Kondisi tekanan darah dan fungsi jantungnya pun stabil.
Sementara itu tim dokter juga akan mengatur pemasukan kalori agar memenuhi kebutuhan gizi yang disesuaikan kemampuan fungsi pencernaan, memperbaiki keadaan umum, menanggulangi infeksi, mempertahankan latihan untuk memulihkan aktivitas otot-otot dan perawatan intensif lainnya secara maksimal. Tim dokter tetap tidak mengijinkan untuk menerima kunjungan. (Tim Liputan/Sup)