HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Kasus Damkar

Hari Sabarno Kembali Diperiksa KPK



indosiar.com, Jakarta - Mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno Kamis (23/10) kemarin, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan keterlibatannya dalam korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di Jawa Barat.

Hari Sabarno diperiksa untuk tersangka pengadaan mobil pemadam kebakaran mantan Direktur Jenderal Dirjen Otonomi Daerah Depdagri
Untarto Sindung Mawardi. Dalam pemeriksaan itu Hari dimintai keterangan tentang radiogram yang dikatakan Untarto diterbitkan atas perintah Hari Sabarno. Menurut Hari Sabarno, radiogram pemadam kebakaran itu tidak lazim.

Hari juga membantah adanya pemberitahuan bahwa dia mengenal Hengki Samuel Daud, rekanan pengadaan mobil pemadam kebakaran dari PT Istana Sarana Raya sebelum menjabat sebagai Mendagri. Hari Sabarno mengaku baru mengenal Hengki setelah satu tahun menjabat sebagai Menteri.

Rekanan pengadaan mobil damkar Hengki Samuel Daud hingga kini masih buron. Sedangkan dalam kasus pengadaan mobil damkar ini, berawal dari radiogram beberapa pejabat daerah sudah dijadikan tersangka dan ada yang sudah divonis. Mereka antara lain Walikota Medan non aktif Abdillah yang divonis 5 tahun penjara, Wakil Walikota Medan Ramli Lubis yang divonis 4 tahun penjara dan mantan Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan yang sudah menjadi tersangka. (Amirullah/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
3-Jun-2009 00:36:20 WIB by MANGISTUA SILALAHI
Mereka-mereka ini sebenarnya berterima kasih kepada rakyat karena atas kepercayaan rakyatlah mereka-mereka ini diangkat menjadi pejabat teras di pemerintahan persada Nusantara. Tanpa disadari mereka-mereka ini rakyat telah mengangkat status sosial ke tatanan hidup berbangsa dan bernegara bahkan bukan tidak mungkin derajat status sosial telah menjadi panutan bagi para kader anak bangsa negeri tercinta Indonesia. Namun entah kenapa dan entah setan dari mana mereka-mereka ini dengan rakusnya dan bahkan dengan kemaruknya meraup uang rakyat dengan melakukan korupsi besar-besaran ?! Masih kurang sejahterakah mereka dari fasilitas dan penghasilan (gaji) mereka sebagai pejabat teras di pemerintahan ini sehingga mereka melakukan korupsi ? Atau memang mereka-mereka ini sengaja menggerogoti aset negara Indonesia ini yang sudah resesi untuk supaya Indonesia semakin terpuruk ? Biarlah KPK menyidik dan membuktikan pola tingkah laku mereka ketika mereka menjabat di jajaran papan atas birokrasi pemerintah Republik Indonesia ketika itu..

 

Nama:
Email:
Security Code: