indosiar.com, Jombang - Tim dokter kejiwaan yang menangani kasus pembunuhan berantai dengan tersangka Ryan mengindikasikan kejiwaan tersangka normal alias tidak mengalami gangguan jiwa. Ryan bahkan menyadari perbuatan dan resikonya, tim dokter mencatat tersangka memiliki prilaku mudah tersinggung dan pemarah.
Rilis hasil tes kejiwaan oleh tim dokter kejiwaan Polda Jatim menyatakan, kondisi Ryan normal dan tidak mengalami gangguan jiwa. Ryan membunuh korbannya dengan sadar dan mengetahui akibat dari pembunuhan yang dilakukannya. Ryan mempunyai ciri kepribadian sensitif dan mudah tersinggung. Saat marah Ryan cenderung merusak dan melakukan tindakan agresif pada apapun disekitarnya. Ia melakukan spontan tindakan pembunuhan sebagai pelampiasan kemarahannya.
Tes kejiwaan Ryan ditemukan adanya prilaku homoseksual. Ryan cenderung menyukai peran menjadi wanita dalam hubungan dengan pacarnya Noval.
Sementara itu Dokter Roni juga menambahkan ciri kepribadian sensitif mudah tersinggung juga dimiliki oleh ibu Ryan. Masa kecil Ryan berada dilingkungan keluarga yang tidak memperhatikan dirinya, sehingga Ryan tergolong orang yang mudah tersinggung dalam pergaulan. Ryan yang bisa digolongkan spikopat tersebut mendapatkan kepuasan jika melanggar norma dan hukum. (Didi Wahyudi/Sup)