indosiar.com, Jakarta - Isyarat akan bergabungnya PDI Perjuangan ke kubu Demokrat tampaknya makin jelas dengan hadirnya Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa untuk kesekian kalinya Senin (11/005/09) kemarin, ke markas PDIP di Teuku Umar, Jakarta Pusat. Isyarat kuatnya koalisi ini dibenarkan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, yang menegaskan kedatangan Hatta Radjasa adalah utusan dari Cikeas selain tim 9 dari Partai Demokrat.
Mensesneg Hatta Radjasa tiba sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung diterima Sekjen PDIP Pramono Anung. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu Mensesneg Hatta Radjasa mengaku, jika kunjungannya sebagai upaya membangun komunikasi politik yang sedang dibangun oleh kubu Cikeas dan Teuku Umar.
Sementara itu Sekjen PDIP Pramono Anung menegaskan, komunikasi politik apapun yang dibangun bersama Partai Demokrat, PDIP tetap mematok harga mati bahwa Megawati adalah calon presiden dari PDIP.
Pramono menambahkan, komitmen itu tentunya dikembalikan lagi kepada Megawati namun tentunya harus melalui suatu proses dialog di internal partai.
Sementara itu Presiden SBY melalui Juru Bicaranya Andi Mallarangeng mengakui, Hatta Radjasa adalah utusan khusus kubu Cikeas selain tim 9. Hatta ditugasi SBY membangun komunikasi yang selama ini dinilai berseberangan. Andi Mallarangeng menambahkan, komunikasi ini dibangun untuk menciptakan suasana damai dan sejuk di tengah kompetisi memperebutkan kursi presiden dan wapres dalam pilpres. (Tim Liputan/Sup)