indosiar.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Kamis (19/2/09) akan melakukan pertemuan dengan Presiden SBY. Kedua pejabat negara ini melakukan pembicaraan serius menyangkut hubungan bilaterial yang strategis bagi kedua negara.
Pertemuan dikantor Kepresidenan Jakarta, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton melakukan pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 45 menit. Dalam pertemuan tersebut diantaranya membicarakan mengenai upaya meningkatkan hubungan infra strategis antara Indonesia dengan Amerika, diantaranya menyangkut masalah ekonomi yang dianggap sebagai hubungan strategis.
Presiden Yudhoyono juga menegaskan, perlunya peningkatan hubungan dibidang pendidikan. Presiden RI menyambut baik mengenai perpanjangan bea siswa fulbright yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat kepada orang - orang Indonesia yang berminat belajar di Amerika.
Selain itu Presiden SBY dan Menlu Hillary juga membicarakan soal genjatan senjata dijalur Gaza yang masih labil. Presiden Yudhoyono meminta agar pemerintahan Amerika Serikat memberikan andil yang besar untuk menyelesaikan konflik di Palestina.
Dalam kesempatan ini Menlu Amerika Serikat Hillary memuji konsep demokrasi di Indonesia, dan melihat Indonesia sebagai model negara yang dapat menciptakan kebersamaan dimana Islam dapat tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kesejajaran hak - hak wanita.
Setelah 45 menit bertemu Presiden, Menlu Amerika Serikat melakukan kunjungan ke proyek USA dikawasan Petojo, Jakarta Pusat. Selanjutnya sore nanti, Hillary dijadwalkan akan bertolak ke Korea Selatan sebagai bagian kunjungan Perdana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Asia. (Tim Liputan/Dv).