indosiar.com - Sedikitnya ratusan rumah di empat desa yakni Desa Kalianyar, Menauri, Kalirejo dan Desa Tambaan di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (13/1/2010) malam, kembali terendam banjir setinggi dua meter lebih.
Selain di sebabkan hujan deras banjir kiriman dari Sungai Prigen, Sungai Pandaan dan Sungai Beji, banjir ini juga di sebabkan meluapnya air laut pasang yang tak jauh dari pemukiman warga.
Petugas Tim SAR yang mengevakuasi sempat kesulitan, pasalnya sebagian rumah warga telah terendam banjir mencapai dua meter lebih, petugas terpaksa mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.
Ratusan warga ini kemudian diungsikan sementara ke sejumlah masjid yang jauh dari lokasi banjir, sebagian warga telah menyelamatkan diri meninggalkan rumahnya ke rumah sanak saudaranya. Namun sebagian warga lainnya lebih memilih bertahan untuk menyelamatkan harta benda mereka.
Banjir bandang, Rabu dinihari melanda Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Puluhan rumah dan puluhan hektar lahan pertanian warga rusak.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, membuat Sungai Aek Pau meluap. Akibatnya, air sungai meluap dan menerjang puluhan rumah warga.
Kerusakan rumah terbanyak terjadi di Desa Pahu, Kecamatan Batang Toru. Tidak hanya merusak puluhan rumah, puluhan hektar lahan pertanian warga ikut rusak. Warga pun terancam gagal panen akibat kerusakan lahan ini.
Di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ratusan rumah warga di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kecamatan Pattalassang, dan Kecamatan Mangarabombang, serta 14 desa sekitarnya, sejak Rabu terendam banjir akibat meluapnya sungai di wilayah tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, hujan yang mengguyur takalar selama dua hari terakhir ini, mengakibatkan sungai di wilayah tersebut meluap dan merendam ratusan rumah di beberapa kecamatan yang ada di kota tersebut.,
Selain merendam ratusan hektar areal persawahan, banjir juga menghanyutkan seorang warga di Desa Patallassang dan hingga Rabu malam belum ditemukan.
Berdasarkan penuturan warga, saat kejadian korban bersama ayah dan pamannya tengah berusaha menyelamatkan traktor di sawah. Namun naas korban lepas dari pengamatan paman dan bapaknya. Diduga ia terseret banjir.
Selain merendam rumah dan areal persawahan, sejumlah sekolah juga ikut terendam banjir.(Nurokhman, Edy Iriawan dan Saharuddin Ridwan/Ijs)