indosiar.com, Jambi - Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo, Jawa Tengah, Abu Bakar Baasyir mengecam keputusan pemerintah untuk tetap melaksanakan hukuman mati dengan cara menembak bagi Amrozi, Ali Ghufron dan Mukhlas. Baasyir menilai sikap itu sebagai bentuk kezholiman pemerintah Indonesia.
Hal ini diungkap Abu Bakar Baasyir usai menghadiri halal bihalal Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI cabang Jambi di Jambi Rabu (23/10) kemarin. Menurutnya Amrozin dan kawan-kawan bukanlah teroris seperti yang selama ini diberitakan, namun ia membela Islam dan kaum muslimin yang diteror oleh Amerika. Hanya saja mereka menempuh cara yang salah.
Bom yang meledak di Bali yang menewaskan sekitar 200 orang menurutnya adalah bukan bom miliknya namun bom milik CIA. Amir Majelis Mujahidin Indonesia ini meminta kepada pemerintah agar meninjau kembali putusan eksekusi mati terhadap Amrozi dan kawan-kawan dan memberi sanksi yang adil serta tidak dihukum mati. Baasyir menduga kasus ini ada tekanan keras dari Amerika Serika. (Welasdi Chaniago/Sup)