indosiar.com, Jakarta - Bagi pelaku bisnis hotel di daerah-daerah masa kampanye seperti saat ini sungguh menjadi berkah. Namun tidak bagi pelaku bisnis hotel di Jakarta, jumlah tamu menurun tajam dibandingkan situasi normal.
Di Hotel Grand Said Jaya Jakarta Pusat misalnya, sejak masa kampanye tingkat hunian turun hingga 50 persen. Menurut pihak hotel, masa kampanye dimana partai dan politisi ibukota turun ke daerah benar-benar mempengaruhi jumlah tamu. Kondisi ini bisa dimengerti karena 80 persen tamu hotel ini adalah tamu domestik.
Bahkan hingga April hotel yang menjadi langganan acara pemerintah dan partai sepi pesanan. Meski demikian jumlah tamu asing masih normal.
Kondisi serupa juga terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Jumlah tamu baik dari corporate maupun individual menurun drastis. Selain karena musim kampanye, krisis global juga ikut memberi andil pada menurunnya tamu asing.
Pelaku bisnis hotel sendiri enggan menurunkan tarif hotel karena biaya operasional sudah sangat tinggi akibat krisis global. Meski demikian sejumlah paket promo khusus tetap ditawarkan untuk menarik minat tamu. (Rafael Don Bosco/Dwinanto Agung/Sup)