indosiar.com, Pasuruan - Bermaksud menanyakan jatah dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang belum diterima, seorang ibu rumah tangga di Pasuruan, Jawa Timur justru menjadi pemukulan oknum Ketua RT dan adiknya. Akibat aksi kekerasan ini korban mengalami memar dibagian wajah dan badannya.
Nasib sial ini dialami Siami (49), warga RT2 RW 8 Kelurahan Prajeng, Kecamatan Gading Rejo, Pasuruan, Jawa Timur. Peristiwa tragi ini dialami Siami Rabu (29/04) kemarin, saat dirinya berusaha menanyakan jatah dana BLT yang hingga kini belum diterimanya kepada Ketua RT, Ahmad Arif. Bahkan menurut korban, aksi pemukulan dilakukan Ahmad Arif dan adiknya Arifin. Akibat pemukulan ini, korban mengalami memar pelipis, perut dan pinggangnya.
Kasus pemukulan ini mendapat perhatian dari warga dan tetangga korban. Namun aksi pemukulan ini dibantah oleh Ahmad Arif dan Arifin saat keduanya diperiksa di Mapolresta Pasuruan. Menurut Arif, dirinya sudah berulangkali memberitahu korban bahwa dirinya tidak terdaftar dalam daftar penerima BLT.
Hingga saat ini petugas kepolisian masih memeriksa oknum Ketua RT dan adiknya serta sejumlah saksi. Jika terbukti bersalah, keduanya akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5 tahun kurungan penjara. (Nurochman/Sup)