indosiar.com, Banyumas - (Jumat, 04.11.2011) Ditengah gegap gempitanya persiapan penyelenggaraan Sea Games seorang atlit balap sepeda yang tengah dituntut untuk mengharumkan nama Indonesia dalam ajang pesta olahraga se Asia Tenggara tersebut terbelit oleh masalah. Gara-garanya tidak mampu melunasi biaya sekolah ijazah atlit balap sepeda Suswanti, 19 tahun ditahan pihak sekolah. Suswanti sendiri kini tengah mengikuti pelatnas Sea Games di Jakarta.
Demikian jeritan hati Maryati, ibu kandung Suswanti, seorang atlit balap sepeda yang akan kembali membela nama Indonesia dalam ajang Sea Games ke 26 yang akan dibuka pekan depan. Meski sang anak saat ini tengah mengikuti pelatnas Sea Games di Jakarta, namun ia cemas karena ijazah sebagai bukti bahwa putrinya telah mengikuti pendidikan formal hingga SMA telah hampir setahun ini ditahan pihak sekolah.
Pasalnya Maryati dan suaminya belum mampu melunasi tunggakan biaya sekolah Suswanti yang mencapai 2,3 juta rupiah. Pendapatan Maryati sebagai pembantu rumah tangga dan suaminya Suwarto sebagai tukang becak tak cukup untuk bisa membayar tunggakan tersebut.
Padahal Suswanti terbilang atlit berprestasi. Selain pernah menjadi juara lima se Asia dalam kejuaraan balap sepeda BMX kreterium, atlit balap sepeda ini kerap mewakili Kabupaten Banyumas dalam sejumlah ajang olahraga tingkat nasional dan internasional. Selain menjadi atlit Sea Games, Suswanti juga pernah mengikuti kejuaraan balap sepeda di Cina maupun Singapura. Pihak sekolah sendiri SMA Negeri 3 Purwokerto mengaku telah memberi keringanan pada Suswanti dan keluarganya.
Menurut Maryati, sejumlah pihak telah mencoba membantu agar ijazah Suswanti bisa dikeluarkan termasuk KONI Banyumas. Namun hingga kini soal ijazah yang akan sangat menentukan masa depan Suswanti tersebut masih ditahan pihak sekolah. Sungguh ironis, terlebih kini Suswanti tengah berjuang mempersiapkan diri untuk bisa mengharumkan nama bangsa dan negara dalam Sea Games ke 26 mendatang. (Nanang Anna Nur/Sup)