indosiar.com, Merak - Negosiasi yang alot antara para imigran Srilanka dan pihak TNI Angkatan Laut beserta Direktorat Perairan Polda Banten, akhirnya membuahkan hasil. Para imigran memperbolehkan petugas menarik kapal kayu yang mereka tumpangi untuk bersandar ke dermaga Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Banten.
Meskipun demikian, para imigran ini tidak bersedia untuk dievakuasi ke darat, kecuali beberapa orang yang sakit. Mereka memilih tetap berkumpul di pantai, karena khawatir akan dideportasi kembali ke negaranya.
Komandan TNI Angkatan Laut Banten, Kolonel Laut Irawan mengaku pihaknya memang sengaja membiarkan para imigran berada di kapal, karena pihaknya tidak ingin menggunakan cara kekerasan dalam memperlakukan mereka.
Sementara itu, petugas perwakilan International Organization for Migration (IOM) sudah mendatangi para imigran. Tapi hasil negosiasi mereka belum diketahui hingga Rabu (14/10/2009). Pihak media masih dilarang untuk mendekat ke kapal imigran.
Jumat pekan lalu (9/10), kapal TNI Angkatan Laut dan Ditpolair Polda Banten mengamankan kapal kayu yang membawa 260 imigran asal Srilanka yang hendak mencari suaka politik ke Australia, di Perairan Selat Sunda.
Namun para imigran ini enggan untuk dievakuasi ke darat dan belasan diantaranya bahkan mengancam bunuh diri terjun ke air.(Heni Murniati Supaidi/Ijs)