indosiar.com, Jakarta - Keputusan Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) untuk tidak lagi mengimpor produk-produk Australia ditanggapi berbeda oleh pengusaha pengimpor daging.
Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) selaku pengimpor sapi menyatakan, langkah GINSI memboikot produk Australia belum tentu efektif. Hal itu dikhawatirkan akan merugikan importir maupun konsumen.
Karenanya menurut Direktur Eksekutif ApfindoTeguh Budiana, impor daging sapi dari Australia hingga sekarang masih terus berjalan dan tidak terpengaruh akan seruan GINSI.
Impor daging sapi dari Australia yang dipasok ke Indonesia setiap tahun rata-rata 350 ribu ekor sapi dengan nilai transaksi mencapai 1,7 triliun rupiah.