indosiar.com, Malaysia - Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk forum pakar atau Eminent Persons Group (EPG). Forum 14 orang pakar kedua negara ini bertugas membahas berbagai masalah guna meredakan ketegangan jika kedua negara terlibat konflik.
Indonesia dan Malaysia kembali mempertegas komitmen penyamaan pandangan soal perlunya satu sikap dalam menghadapi berbagai perbedaan yang berpotensi munculnya ketegangan dalam hubungan kedua negara.
Menyusul pertemuan di Bali, Januari lalu, Presiden Yudhoyono Senin (07/07) kemarin, kembali bertemu Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Badawi di Kuala Lumpur membahas dan memantapkan pembentukan Eminent Persons Group (EPG). Forum yang terdiri dari para pakar kedua negara ini diharapkan menjadi jembatan penyelesaian saat kedua negara terjadi konflik.
Dalam forum yang beranggotakan 14 pakar ini, Presiden SBY menunjuk mantan Wapres Tri Sutrisno sebagai Ketua EPG dari Indonesia. Sementara Malaysia menunjuk mantan Wakil Perdana Menteri Tun Sri Musa Hitam. Presiden SBY mengharapkan setelah dibentuk segera menginventarisasi berbagai masalah yang muncul akhir-akhir ini. Diantaranya ketegangan yang sempat terjadi diantara pekerja pers Malaysia dan Indonesia.
Selain itu berbagai persoalan yang menimpa TKI juga menjadi pekerjaan rumah para pakar ini. Sementara itu Perdana Menteri Ahmad Badawi juga berharap EPG dapat lebih meningkatkan hubungan diplomatik yang sudah terjadi sejak tahun 1967 silam. Sebelumnya Presiden SBY sempat bertemu dengan ke 7 Anggota EPG dari Indonesia. Mereka antara lain mantan Wapres Tri Sutrisno, mantan Menlu Ali Alatas, mantan Menteri Agama Qurais Shihab dan Sejarawan Des Alwi Abu Bakar. (Gustav Roberto/Sup)