HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Klaim Tari Pendet

Indonesia Layangkan Surat Protes



indosiar.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kebudayaan dan Pariwisata telah mengirimkan surat protes ke Malaysia terkait klaim Malaysia terhadap Tari Pendet asal Bali. Sejumlah pihak mendesak pemerintah lebih tegas kepada Malaysia, karena kasus klaim budaya ini sudah berulangkali dilakukan Malaysia mulai dari Batik, lagu Rasa Sayange, Reog Ponogoro hingga Tari Pendet asal Bali. 

Tari Pendet yang sudah ribuan tahun digubah masyarakat Bali, tiba-tiba di klaim Malaysia sebagai warisan budaya-nya tentu membuat seluruh rakyat Indonesia tersinggung. Sejak awal puasa kemarin, heboh tentang klaim Malaysia ini telah membuat seluruh rakyat Indonesia geram. Sebab pencurian dan klaim oleh Malaysia ini tidak terjadi hanya sekali, tetapi berulang-ulang kali. Dari klaim soal Batik, lagu Rasa Sayange, Reog Ponogoro dan yang terakhir Tari Pendet.

Terkait soal klaim Tari Pendet ini, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik hari Senin (24/08/09) menyatakan, telah mengirimkan surat protes ke pemerintah Malaysia. Menurut Jero Wacik, Indonesia dan Malaysia sudah memiliki perjanjian bilateral untuk merumuskan langkah-langkah jika terjadi sengketa.

Kasus klaim Tari Pendet dari Bali yang diiklankan oleh pihak swasta disebuah tayangan televisi dikatakan sudah ada yang mengaku bersalah dan disampaikan Wakil Dubes Malaysia Amran Muhammad Zain dalam sebuah pertemuan di Kantor Menbudpar Senin siang.

Untuk itu pemerintah Indonesia akan mendaftarkan paten semua budaya asli dan tradisional seluruh provinsi yang ada guna membentengi masalah budaya yang terus muncul dengan negara tetangga Malaysia. Jero Wacik menjelaskan saat ini sudah 600 produk budaya yang dipatenkan. Saat ini baru Wayang yang sudah diterima dunia melalui Unesco pada tahun 2003 dan Keris pada tahun 2005. Sementara Batik sedang dalam proses paten di Unesco dan sudah lima kali dilakukan verifikasi. Sementara Angklung baru dalam proses pendaftaran. (Muslichan/Herman Worotikan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
6-Sep-2009 11:39:58 WIB by princess &natcho!!!!!!!!!!!!!!!!!
eh,gimana sich puasa2 koq maling!!!!!!
negara macam apa pula itu udah maling,
makanya buat aja budaya ssendiri saya peringatkan negara kita bukan negara sembarangan!!!!!!!!!!jika 1* lagi tak jotozzzzz km maling!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
26-Aug-2009 06:00:09 WIB by arinahell.m
tuh negri jiran gak pantes nyandang nama malaysia, yang pantes malingsialan!
25-Aug-2009 14:51:21 WIB by feri
Indonesia terlalu ramah, yang maling budaya/perbatasan juga dibiarin terus dari dulu kaya ngga punya nyali aja. amit-amit cabang bayi.
25-Aug-2009 14:25:22 WIB by jascharichter
nah sekarang terbukti kan... siapa negara kaya dan negara miskin. yang miskin tuh biasanya yang suka mencuri (biasanya lowhhh :P)
25-Aug-2009 13:40:08 WIB by edyvanvreden
Namanya juga Malingsia harap maklum.
25-Aug-2009 11:00:12 WIB by embah jambret
mas mengapa dihapus commentku...????
itu fakta mas...
jangan menutupi kebenaran...
25-Aug-2009 10:51:02 WIB by embah jambret
mengapa malaysia selalu mengklaim budaya kita sebagai miliknya,dari masalah tari,masalah pulau dan perbatasan ...
malaysia selalu mendikte..??
menantang...???
atau kita adalah bangsa yg pengecut...????
ga peduli dengan masalah ini.....sibuk dengan perut sendiri
sampai buncit...padahal kita tahu ..saat mati hanya membawa kain kafan....rakus yg sia sia...
25-Aug-2009 10:29:54 WIB by Zizi
Pertgas lg....maju trs pantang mundur,JAYA INDONESIA KU.....ambl kmbali milk qt...

 

Nama:
Email:
Security Code: