
indosiar.com, Jakarta - Usai pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa kerjasama kedua negara di bidang pertahanan selama ini berlangsung dalam bentuk pendidikan dan latihan bersama, saling bertukar kunjungan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan.
Kerjasama tersebut kelak akan lebih dikembangkan lagi dalam bentuk joint-production dan alih teknologi di bidang sistem persenjataan dan pertahanan. Sebagai langkah awal, kedua pihak melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama usai pertemuan bilateral di Istana Negara Jakarta Selasa (05/12).
Perjanjian kerjasama bidang politik, hukum dan keamanan meliputi kerjasama pemberantasan korupsi dan terorisme. Selain itu, masih ada perjanjian kerjasama di bidang ekonomi dan energi.
Usai bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa tawaran kerjasama dalam bidang nuklir sangat menarik karena jauh lebih menguntungkan dibanding dengan sumber energi lain seperti batu bara.
Menurut Wapres, Korea Selatan merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu memenuhi kebutuhan energi tanpa bergantung kepada sumber energi konvensional seperti bahan bakar minyak dan batu bara. Bahkan, mereka juga memiliki 6 reaktor dan tenaga ahli nuklir yang mampu mendukung kelangsungan industri dan kehidupan ekonominya.(Tim Liputan/Sup)