indosiar.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menilai isu reshuffle kabinet telah meresahkan sejumlah menteri. Meski demikian, isu reshuffle tersebut tidak sampai merusak kekompakan dan merusak kinerja para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Adanya kerisauan sejumlah menteri atas desakan perombakan kabinet atau reshuffle disampaikan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra di Kantor Sekretariat Negara Jakarta Rabu (18/04/07) kemarin.
Yusril membenarkan isu reshuffle yang bergulir akhir-akhir ini membuat sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu tertekan karena diharuskan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan benar tanpa ada kesalahan.
Selain itu banyaknya tuntutan dari masyarakat agar menteri yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu bekerja lebih cepat dan efektif membuat sejumlah menteri terbebani dan berujung pada menurunnya kesehatan sebagaimana yang dialami Menteri Dalam Negeri Muhammad Ma'ruf.
Namun Yusril sendiri mengaku dirinya tidak terpengaruh dengan adanya isu reshuffle dan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Yusril menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih mempercayakan menteri-menteri yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu. Reshuffle sendiri menurut Yusril sepenuhnya adalah kewenangan presiden dan bukan atas tekanan dari pihak-pihak tertentu. (Ahmad Faizal/Tarwin Nasution/Sup)