HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Reshuffle Kabinet

Isu Reshuffle Membuat Sejumlah Menteri Risau



indosiar.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menilai isu reshuffle kabinet telah meresahkan sejumlah menteri. Meski demikian, isu reshuffle tersebut tidak sampai merusak kekompakan dan merusak kinerja para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Adanya kerisauan sejumlah menteri atas desakan perombakan kabinet atau reshuffle disampaikan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra di Kantor Sekretariat Negara Jakarta Rabu (18/04/07) kemarin.

Yusril membenarkan isu reshuffle yang bergulir akhir-akhir ini membuat sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu tertekan karena diharuskan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan benar tanpa ada kesalahan.

Selain itu banyaknya tuntutan dari masyarakat agar menteri yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu bekerja lebih cepat dan efektif membuat sejumlah menteri terbebani dan berujung pada menurunnya kesehatan sebagaimana yang dialami Menteri Dalam Negeri Muhammad Ma'ruf.

Namun Yusril sendiri mengaku dirinya tidak terpengaruh dengan adanya isu reshuffle dan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Yusril menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih mempercayakan menteri-menteri yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu. Reshuffle sendiri menurut Yusril sepenuhnya adalah kewenangan presiden dan bukan atas tekanan dari pihak-pihak tertentu. (Ahmad Faizal/Tarwin Nasution/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
19-Apr-2007 23:13:12 WIB by edyvanvreden
Yang pasti untuk Bang yusril benar-Benar meresahkan.takut kebongkar nanti kalo sudah tidak jadi Mentri.karna kebobrokannya akan Keliatan dan pasti akan Diusut sama KPK.
19-Apr-2007 11:18:26 WIB by l.aBULRIFY d
Menjadi menteri sebagai petugas ''Elit'' didalam NKRI merupakan kesempatan yang ada pada ''Kodrat''. Hanya saja, tidak setiap orang akan mengetahui apakah Kodrat itu dan apakah sesuai dengan kemampuan pada dirinya untuk dibebani dengan kesempatan itu yang haruslah sesuai dengan ''B a k a t'' yang ada pada dirinya untuk mengemban ''Hirarkhi T a k d i r. Takdir dengan ''Urut Duduk''-nya itu mempunyai penentuan, apakah yang terduduk disitu tidak bakal banyak menimbulkna ''M a s a l a h''. Bila seperti itu kenyataanya, maka yang terduduk disitu harus siap untuk mengundurkan diri, karena bila tidak, akan menghambat suatu kemajuan sinerga yang kini terjadi pada kelompok menteri. Jangan lupa, mereka telah dibekali dengan banyak bentuk '' I n t e l e k t u a l i t a s '', mulai dari S1, S2 dan S3. Tapi apakah juga mempunyai Inteligensia yang lebih Tinggi dari sekedar Intelerualitas itu?

Hal ini merupakan adanya bakat ESP atau ''Extra Sensory Perception'', suatu fenomena kepara-normalan untuk dapat mempunyai pandangan diatas kondisi obyektif, sehingga dapat melaksanakan ''verifikasi'' dari segala bentuk informasi yang nyata dengan yang tak nyata, yang kini sudah menjadi topik diseluruh dunia. Ketinggalanlah lagi bangsa kita?

Memang ada orang-orang yang mempunyai ESP itu di negara kita, tapi masih atas dasar tradisional dan bukan ''I l m i a h'' . Maukah para elit itu mempunyai ESP dan yang memang sudah ada pada diri masing-masing, tapi belum dikembangkan melalui penyelidikan ilmiah tadi?

Sedang kita tidak mempunyai Lembaga riset untuk itu, hanya tergantung dari riset orang diluar bumi kita. Adakah fakultas disetiap Uni yang menyelidiki gejala ''P a r a p s i k h o l o g i''? Dalam orde baru pernah diusulkan, tapi ditolak, karena penguasanya tidak setuju. Bahkan beliau sendiri selalu melaksanakan sarasehan setiap hari jum''at dengan mereka yang mempunyai bakat ESP, tapi yang belum terkendali benar.
Demikian kenyataanya.





 

Nama:
Email:
Security Code: