indosiar.com, Karawang - (Jumat, 11.11.2011) Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, monumen pembantaian Rawagede kemarin dipenuhi para pelajar untuk melakukan tabur bunga. Sementara keluarga korban pembantaian Rawagede berharap agar kompensasi dari pemerintah Belanda benar-benar cair sesuai Keputusan Pengadilan Sipil Den Haag Belanda.
Tabur bunga di monumen tragedi pembantaian Rawagede di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang ini dilakukan puluhan pelajar SMA Negeri 02 Karawang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Para pelajar sengaja memperingati hari Pahlawan untuk lebih mengenal sejarah terutama di wilayah Karawang.
Sementara itu para janda korban pembantaian Rawagede oleh pasukan Belanda pada 7 Desember 1947, saat ini masih berharap dana kompensasi dari pemerintah Belanda benar-benar cair. Mereka merasa mendapat angin ketika memenangkan gugatan di Pengadilan Den Haag pada September lalu. Kendati masih menunggu upaya hukum lanjutan dari pemerintah Belanda. Ibu Cawi, salah satu janda korban pembantaian Rawagede berharap pemerintah Indonesia ikut membantu agar dana kompensasi benar-benar dapat diterima.
Tragedi pembantaian Rawagede terjadi pada 9 Desember tahun 1947 silam. Saat itu sebanyak 431 pria tewas dibantai tentara Belanda. (Zenal Arifin/Sup)