HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Jejak Perjuangan Melawan Pejajah di Kalsel



Berita HOT:

indosiar.com, Banjarmasin - Jejak perjuangan melawan penjajah Belanda terdapat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ditempat ini terdapat tugu peringatan Perjuangan Tentara Alri Devisi IV Pertahanan Kalimantan melawan tentara kolonial Belanda.

Inilah Kampung Pangabangan, Kelurahan Banoa Anyar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang menjadi saksi sejarah perlawanan putra-putra Kalimantan terhadap kolonial Belanda.

Di Bantaran Sungai Martapura ini telah dibangun tugu peringatan untuk menghormati jasa-jasa kepahlawanan mereka. Tugu serupa juga dapat ditemukan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya didepan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

Berdirinya tentara Alri Devisi IV Pertahanan Kalimantan sebenarnya tidak bisa lepas dari nama Pahlawan Nasional Brigjen Haji Hasan Basri. Putra kelahiran Kandangan Hulu Sungai Selatan, 17 Juni 1923 ini, juga dikenal sebagai bapak gerilyawan Kalimantan. Beberapa kali tentara Belanda dibuat repot dan dipukul mundur oleh pasukan Hasan Basri yang berperang secara bergerilya.

Menurut Haji Ridwan Imam, salah seorang pelaku sejarah, dalam perjuangannya untuk tetap berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tentara Alri Devisi IV pertahanan Kalimantan saat itu membuat pernyataan tekad rakyat Kalimantan berupa Proklamasi 17 Mei 1949.

Dimana rakyat Kalimantan tetap berdiri dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam perkembangannya, tentara Alri Devisi IV Kalimantan kemudian juga melahirkan Tentara Pelajar yang juga memiliki andil besar dalam perjuangan mempertahankan Kemerdekaan RI.

Untuk menghormati jasa-jasa kepahlawanan Hasan Basri, yang wafat pada tanggal 15 Juli 1984, Pemerintah melalu Keppres RI No.110 TK 2001, akhirnya menganugerahkan gelar Kepahlawanan Nasional kepadanya. (Albert Roni/Sup)

Bookmark and Share