HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Jelang Eksekusi, Nusakambangan Diseterilkan



indosiar.com, Cilacap - Mendekati saat-saat pelaksanaan hukum mati bagi ketiga terpidana mati kasus bom Bali 1, Ali Ghufron, Imam Samudra dan Amrozi, suasana mencekam makin terasa di Cilacap. Pengamanan mencolok mulai terlihat di pintu dermaga Wijayapura yang merupakan pintu masuk Pulau Nusakambangan.

Sejak Senin (03/11) sore, puluhan anggota Brimob memasang pagar kawat berduri di pintu masuk dermaga Wijayapura. Lokasi yang merupakan jalur masuk ke Pulau Nusakambangan cilacap ini benar-benar tertutup untuk umum. Sementara sejumlah aparat bersenjata lengkap juga diturunkan kebeberapa titik jalur penyeberangan. Pengamanan yang ekstra ketat ini makin menguatkan sudah dekatnya waktu eksekusi. Ini juga diperkuat makin intensifnya razia kendaraan yang akan masuk ke wilayah Cilacap kemarin petang.

Menurut informasi, kesibukan di dalam LP Batu sejak kemarin juga meningkat. Sementara dilaporkan regu tembak yang terdiri dari tiga regu masing-masing 12 penembak jitu malam ini berangkat dari Markas Polda Jateng Semarang menuju Cilacap. Mereka direncanakan tidak akan melalui pintu dermaga Wijayapura, namun melalui jalur penyeberangan Markas Polisi Perairan yang berada satu kilometer dari Dermaga Wijayapura.

Sementara itu salah satu anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) mengatakan, meski sudah beredar bahwa eksekusi akan dilakukan Senin malam atau Selasa dini hari mereka tetap mengajukan PK (Peninjauan Kembali). Dan jika eksekusi itu tetap dilakukan maka pemerintah dianggap melanggar hukum.

Sebelumnya TPM bersama keluarga terpidana mati ditolak masuk Nusakambangan untuk membesuk Amrozi CS karena belum mengantongi ijin dari Depkumham. (Nanang Anna Noor/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: