HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Ibadah Haji

Jemaah Calon Haji Berkumpul di Makkah



Berita HOT:

indosiar.com, Makkah - Sekitar 167 ribu jemaah calon haji asal Indonesia kini sudah berkumpul di Makkah al Mukaromah bersama jemaah dari berbagai negara lainnya. Jemaah asal Indonesia menempati 407 pemondokan yang tersebar di 11 sektor ring satu dan dua. Kondisi ini membuat kota mekah semakin padat dan jemaah di ring dua yang jaraknya lebih dari 2 kilometer dari Masjidil Haram harus bersabar menunggu fasilitas bus gratis yang kian sering terjebak kemacetan lalu lintas pada saat jam-jam sholat fardhu.
 
Jemaah gelombang pertama yang berada di Madinah untuk melaksanakan ibadah sunat Arbain dan melakukan ziarah pun, kini seluruhnya sudah diberangkatkan ke Makkah.
 
Sementara, kedatangan jemaah Indonesia melalui bandara King Abdul Aziz Jeddah masih terus berdatangan dan akan berakhir pada 22 November mendatang. Seluruh jemaah yang tiba di Jeddah langsung diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan umroh dan kemudian menetap di mekah sambil menunggu pelaksanaan puncak ibadah haji.
 
Pelaksanaan puncak ibadah haji sendiri ditandai dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah atau bertepatan 26 November mendatang. Jemaah yang dalam keadaan sakit akan diberangkatkan ke Arafah menggunakan ambulans dan bus. Pada saat wukuf,  sekitar 3 juta jemaah dari seluruh dunia berkumpul di Arafah untuk shalat, zikir serta memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.
 
Setelah wukuf, seluruh jemaah akan meninggalkan padang Arafah menuju muzdalifah dan mina untuk prosesi melempar jumroh. Untuk prosesi melontar jumroh ini, pemerintah Arab Saudi sudah menyediakan fasilitas yang lebih baik, yaitu jalan satu arah pulang pergi bagi jemah, dan disediakan 4 tingkat tempat melempar jumroh dengan fasilitas eskalator. Hal ini untuk menghindari kembali terjadinya desak-desakan hingga membahayakan jiwa para jemaah haji seperti yang pernah terjadi pada 2 Juli 990 di mana skitar 1.400 jemaah tewas terinjak-injak, termasuk 659 jemaah asal Indonesia. Fitri Diani,Sugeng Riyadi,Her)

Seluruh jemaah calon haji dari Indonesia, saat ini sudah berkumpul di Makkah al Mukaromah. Jemaah gelombang pertama yang berada di Madinah, seluruhnya sudah diberangkatkan ke Madinah. Sedangkan kedatangan jemaah melalui bandara King Abdul Aziz Jeddah akan berakhir pada 22 November mendatang.
  
Sekitar 167 ribu jemaah calon haji asal Indonesia kini sudah berkumpul di Makkah al Mukaromah bersama jemaah dari berbagai negara lainnya. Jemaah asal Indonesia menempati 407 pemondokan yang tersebar di 11 sektor ring satu dan dua. Kondisi ini membuat kota mekah semakin padat dan jemaah di ring dua yang jaraknya lebih dari 2 kilometer dari Masjidil Haram harus bersabar menunggu fasilitas bus gratis yang kian sering terjebak kemacetan lalu lintas pada saat jam-jam sholat fardhu.
 
Jemaah gelombang pertama yang berada di Madinah untuk melaksanakan ibadah sunat Arbain dan melakukan ziarah pun, kini seluruhnya sudah diberangkatkan ke Makkah.
 
Sementara, kedatangan jemaah Indonesia melalui bandara King Abdul Aziz Jeddah masih terus berdatangan dan akan berakhir pada 22 November mendatang. Seluruh jemaah yang tiba di Jeddah langsung diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan umroh dan kemudian menetap di mekah sambil menunggu pelaksanaan puncak ibadah haji.
 
Pelaksanaan puncak ibadah haji sendiri ditandai dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah atau bertepatan 26 November mendatang. Jemaah yang dalam keadaan sakit akan diberangkatkan ke Arafah menggunakan ambulans dan bus. Pada saat wukuf,  sekitar 3 juta jemaah dari seluruh dunia berkumpul di Arafah untuk shalat, zikir serta memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.
 
Setelah wukuf, seluruh jemaah akan meninggalkan padang Arafah menuju muzdalifah dan mina untuk prosesi melempar jumroh. Untuk prosesi melontar jumroh ini, pemerintah Arab Saudi sudah menyediakan fasilitas yang lebih baik, yaitu jalan satu arah pulang pergi bagi jemah, dan disediakan 4 tingkat tempat melempar jumroh dengan fasilitas eskalator. Hal ini untuk menghindari kembali terjadinya desak-desakan hingga membahayakan jiwa para jemaah haji seperti yang pernah terjadi pada 2 Juli 990 di mana skitar 1.400 jemaah tewas terinjak-injak, termasuk 659 jemaah asal Indonesia.(Fitri Diani,Sugeng Riyadi,Her)

Bookmark and Share