indosiar.com, Gowa - Hujan deras yang menguyur Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sejak Jumat lalu mengakibatkan longsor di bantaran sungai Jeneberang dan sekitarnya. Material longsor yang berasal dari Gunung Bawakaraeng ini menyebabkan jembatan roboh dan hanyut. Putusnya jembatan tersebut membuat 5 desa yang berpenduduk kurang lebih 13 ribu jiwa terisolir.
Hujan yang menguyur sejak tiga hari lalu menyebabkan material longsoran Gunung Bawakaraeng kembali bergerak. Akibatnya sungai Jeneberang meluap yang menyebabkan jembatan hancur dihantam derasnya air. Sementara jembatan Daraha yang menghubungkan 5 desa di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Malino serta Kota Sunguminasa, Kabupaten Gowa juga ikut hanyut.
Pergerakan air atau lumpur dan bebatuan material longsor juga membuat kubangan 10 meter. Akibat peristiwa tersebut membuat jalur transportasi lumpuh total. Sejumlah warga yang akan melintas di Kecamatan Parigi dan warga yang akan menuju Kota Sunguminasa terpaksa mengurungkan niatnya.
Pasalnya luapan air di Bantaran Sungai Daraha membuat warga khawatir jika terjadi gelombang air kiriman.
Menurut Bupati Gowa Gowa Ichsan Yasin Limpo, lima desa yang berada di Kecamatan Parigi terisolasi. Desa itu masing-masing Majanang, Manibahoi, Jonjo, Bilarengi dan Sicini dengan jumlah penduduk 13 ribu jiwa.