indosiar.com, Nganjuk - (Selasa, 13.09.2011) Darsiyem menangis histeris setelah melihat jenazah putranya Wahyu Aprilianto, diturunkan dari ambulance ke rumahnya di Desa Ngangkatan Rejoso. Bahkan istri Wahyu pingsan. Keluarga Wahyu tidak menyangka korban yang hendak kembali bekerja di Dumai Kalimantan Timur, ternyata kembali ke rumah dalam kondisi tak bernyawa.
Suasana duka juga dialami keluarga Sutarno dan Joko Nugroho. Keduanya masih tetangga dari Wahyu. Mereka larut dalam kesedihan. Menurut Camat Rejoso Nganjuk, Hariyanto, empat penumpang Elf yang tewas berasal dari Kecamatan Rejoso. Tiga korban yang berasal dari Desa Ngangkatan adalah Wahyu Aprilianto Sutarno dan Joko Nugroho, ketiganya warga Desa Ngangkatan. Sedangkan, Wulan Purnomo bersasal dari Desa Banjar Rejo Rejoso.
Sementara itu, PT Jasa Raharja Cabang Jawa Timur akan memberikan santunan kepada para korban. Korban yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar 25 juta rupiah, sedangkan korban luka-luka mendapat santunan 10 juta rupiah. Total santunan untuk korban tewas maupun luka-luka mencapai 565 juta rupiah. Jumlah santunan ini akan bertambah sesuai dengan perkembangan di lapangan. Santunan korban akan dicairkan paling lambat Rabu lusa. (Danu Sukendro/Sri Rama/Sup)