HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Skandal Century

JK dan Marsilam akan Dipanggil Pansus



 

 

indosiar.com, Jakarta - Memanasnya perang kata-kata seputar rekaman rapat KSSK, antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan anggota DPR dari fraksi Partai Golkar Bambang Susatyo, Agaknya tak mengganggu kerja Pansus Century DPR, yang dengan hak angket, tengah mengusut dugaan konspirasi dan korupsi, dalam kebijakan pengucuran dana talangan sementara Bank Century 6,7 triliun rupiah, 21 November 2008 lalu.

Kemarin, dalam rapat pleno yang berlangsung sejak pagi, anggota pansus terlibat diskusi sengit. Tidak saja soal siapa saja yang akan dipanggil dan diperiksa, tapi juga saat  memutuskan, apakah saat pemanggilan para saksi itu akan dilakukan terbuka atau tertutup.

Keputusan akhirnya tercapai, bahwa rapat pemanggilan saksi akan dilakukan terbuka. Kecuali saksi minta tertutup, dengan alasan keterangannya dapat membahayakan keselamatan saksi.

Tapi soal siapa saja yang akan dipanggil, belum diputuskan dan baru akan diputuskan Selasa hari ini (15/12/2009), yang jelas, BPK dan PPATK, merupakan dua instansi yang pertama akan dipanggil pansus.

JK, Boediono dan Sri Mulyani, merupakan tiga nama disepakati semua anggota pansus untuk dipanggil. Boediono akan dimintai keterangan dalam kapasita sebagai Gubernur Bank Indonesia, saat bailout diputuskan, begitupun Sri Mulyani, sebagai Ketua Komite Stablitas Sistem Keuangan (KSSK).

Yang menarik, masuk juga dalam rencana daftar panggil, Marsilam Simanjuntak dan Susno Duaji. Marsilam dipanggil dalam kapasitas sebagai Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Reformasi (UP3R),  yang kehadirannya di rapat KSSK saat kebijakan bailout diambil, dipertanyakan sekaligus mengundang minat sejumlah anggota pansus, yang mengendus intervensi Presiden SBY dalam pengambilan kebijakan di rapat itu.

Adapun Susno, akan dipanggil karena saat kebijakan itu dibuat menjabat Kabareskrim Polri, dan ikut membantu Budi Sampurna dalam upayanya mencairkan dananya di Bank Century.

Bambang Susatyo, anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar mengaku usul agar nama Robert Tantular masuk daftar panggil.

Kabar Robert Tantular akan masuk daftar panggil Pansus Century DPR, disambut baik kuasa hukumnya, Bambang Hermanto. Menurut Bambang,. jika diberi kesempatan kliennya siap buka-bukaan, tentang apa sebenarnya yang terjadi.

Dalam kerjanya mengungkap dugaan konspirasi dan korupsi bail out dana Bank Century ini, kalangan anggota pansus juga sepakat akan meminta bantuan para tenaga ahli, yakni pakar ekonomi bidang keuangan dan moneter, pakar hukum keuangan, pakar perbankan, pakar hukum pidana, pakar hukum tata negara, pakar hukum administrasi negara. Dan terpenting, ahli investigasi, yang akan menelisik semua data yang masuk ke pansus.

Terkait perngungkapan kasus Bank Century ini, kemarin BPK mengundang pimpinan KPK, Polri, Kejaksaan Agung dan PPATK, sekaligus menyerahkan hasil audit investigasi mereka kepada KPK, Polri dan Kejaksaan Agung.

Tak hanya menyerahkan, dalam paparannya kepada KPK, Polri dan Kejaksaan Agung, BPK sekaligus memaparkan adanyan sembilan temuan yang terindikasi sebagai tindak pidana.

Selain Tumpak Hatorangan dan Ketua PPATK Yunus Husein, hadir para pimpinan unit teknis dari masing-masing lembaga, yang nantinya akan terlibat langsung dalam proses penyidikan, seperti Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi, Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Armin Syah, sementara untuk KPK, Tumpak Hatorangan membawa Direktur Penyidikan Suedi dan Deputi Penindakan Ade Raharja.

Di jalanan, setelah sempat terhenti pasca peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, aksi ekstra parlemen mendesak penuntasan kasus Bank Century, kemarin kembali muncul. Puluhan aktivis anti korupsi mendatangi gedung DPR dan menyuarakan tuntutan, agar mereka yang terbukti mengemplang dana Bank Century ditindak tegas.

Aksi sama juga berlangsung di depan kantor wakil presiden di Jakarta dan dilakukan beberapa elemen masyarakat. termasuk mahasiswa.(Tim Liputan/Ijs)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: