indosiar.com, Tangerang - Hingga Senin (16/07) ini tercatat ratusan warga dari 3 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, terkena wabah muntaber. Mereka dirawat di lorong dan tenda karena ruangan Puskesmas yang tidak tertampung.
Ratusan penderita muntaber yang mayoritas anak-anak dan balita ini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah Puskesmas Sepatan, Kedaung Barat dan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Melonjaknya jumlah pasien muntaber membuat pihak Puskesmas kewalahan. Ratusan pasien muntaber terpaksa harus menjalani perawatan di lorong dan tenda-tenda darurat didepan Puskesmas.
Stok obat-obatan dan cairan infus bahkan sempat mengalami kehabisan. Dokter Agung, Humas Puskemas Sepatan mengaku hingga Senin ini tercatat sekitar 300 lebih yang menderita muntaber. Namun kekurangan stok obat-obatan dan cairan infus dapat diatasi dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangeran hingga Senin pagi sekitar 600 penderita muntaber tercatat sekitar 200 yang menjalani perawatan disejumlah puskemas.
Di Puskesmas Sepatan tercatat 140 pasien, Puskesmas Pakuaji, 40 pasien dan Puskesmas Kedaung Barat sebanyak 12 pasien muntaber yang menjalani perawatan. (Mas'ud Ibnu Samsuri/Sup)