indosiar.com, Jakarta - Ada pemandangan menarik saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin Rapat Terbatas di Istana Presiden, Rabu siang kemarin (22/4/2009). Hingga rapat usai, Jusuf Kalla yang mestinya hadir mendampingi presiden, sampai rapat berakhir JK tak muncul. Meski dibantah, ketidak hadiran JK itu erat kaitannya dengan keputusan DPP Golkar memutuskan komunikasi dengan Partai Demokrat.
Pernyataan ini menghilangkan dugaan JK akan mundur dari jabatannya, karena Golkar menyatakan bercerai koalisi dari Partai Demokrat. Dugaan itu semakin gencar takkala Jusuf Kalla tidak menghadiri rapat kabinet terbatas bersama SBY di Istana Negara, Rabu siang (22/4/2009).
Namun demikian, ketidakhadiran dalam rapat kabinet terbatas itu oleh Jusuf Kalla bukan dianggap sebagai mangkir.
Keputusan Partai Golkar bercerai dengan Partai Demokrat memang baru diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Rabu malam, DPP bertemu dengan jajaran DPD I di kediaman Jusuf Kalla, untuk menjelaskan putusan tersebut. Sementara keputusan resmi Golkar baru diambil dalam Rapimnassus yang akan digelar Kamis siang (23/4) di Hotel Borobudur.(Nurkayat/Ijs)