indosiar.com, Pekanbaru - Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan di propinsi Riau, sejak beberapa hari terakhir kembali menyelimuti pemukiman warga. Bahkan kabut asap ini dirasakan sudah sangat mengganggu aktivitas warga, sehingga warga dianjurkan menggunakan masker.
Kabut asap tidak hanya menyelimuti kawasan hutan yang terbakar, tapi juga menutupi kota Pekanbaru yang merupakan jantung kota provinsi Riau. Tebalnya kabut asap sudah dirasakan mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara kendaraan bermotor. Bahkan sejumlah warga juga sudah mulai terserang berbagai penyakit, seperti sesak napas dan iritasi mata.
Untuk mengurangi dampak akibat kabut asap, sejumlah organisasi kemasyarakatan bersama PWI Riau membagi - bagikan masker kepada warga dan pengguna kendaraan. Menurut Ketua PWI Riau, Deni Kurnia pembagian masker untuk menggugah pemprofile agar lebih serius melakukan penanggulangan kebakaran hutan.
Sementara itu data dari Bapedal hingga Selasa (23/6/09), dari hasil pantauan satelit NOAA 18 titik api diprovinsi Riau berjumlah 41 titik yang tersebar dibeberapa kabupaten. Daerah yang paling banyak titik apinya, adalah Kabupaten Pelalawan sebanyak 16 titik api. (Ahmad Dison/Dv).