HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Kader PDIP Bakar Foto Megawati



indosiar.com, Makassar  - Aksi protes atas tindakan agoransi DPP PDI Perjuangan pada Konferensi Daerah (Konferda) ke 2 DPD PDIP Sulawesi Selatan di Makassar Senin (16/10) lalu terus berlanjut.

Puluhan kader dan simpatisan PDIP pendukung Andi Rudianto Asapa dan Asap Azis mendatangi kantor DPD PDIP Sulawesi Selatan di Pengayoman Selasa (17/10) kemarin. Dalam aksinya, mereka membakar berbagai atribut partai berlambang banteng gemuk tersebut. Bahkan poster besar berisi foto Megawati juga tak lumput dari pembakaran.

Kekecewaan kubu Rudianto Asapa dan Asap Azis dan 17 Dewan Pimpinan Cabang PDIP yang mendukungnya kemarin berlanjut di Kantor DPD PDIP Sulawesi Selatan. Aksi dilakukan dengan mengeluarkan semua atribut partai PDIP ke halaman kantor. Selain itu sejumlah foto Megawati juga tak luput dari sasaran kemarahan massa.

Salah satu poster jumbo bergambar Megawati diinjak-injak para kader sebelum akhirnya dibakar bersama dengan bendera kebesaran PDIP.

Menurut beberapa pengurus DPC PDIP yang ikut dalam aksi, kemenangan Zainal Basri tak lepas dari intervensi pengurus pusat PDIP. Apalagi di zaman Orde Baru, Zainal yang menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana justru menekan PDIP. Adapun Rudianto dan Asap Azis menurut mereka adalah kader yang loyal terhadap partai.

Saat ini konflik internal itupun berbuntut panjang dengan keluarnya 17 Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP dari PDIP. Mereka tidak terima penunjukkan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung terhadap Zainal Basri. Sayangnya Zainal tak bersedia berkomentar atas pecahnya DPD PDIP Sulawesi Selatan ini.

Menurut rencana, 17 DPC dan ratusan PAC yang dibawahi akan mencari partai lain yang lebih demokratis, meski begitu baik Rudianto maupun Asap Azis belum mau menyebut partai apa saja yang menjadi sasaran  para pendukungnya. (Saharudin Ridwan/Sup)

Bookmark and Share