indosiar.com, Jakarta - Rencana reshuffle kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Mei ditanggapi biasa oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS sendiri siap jika kadernya yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu direshuffle.
Bagi PKS, reshuffle bukanlah sesuatu yang luar biasa. Menurut Ketua Bidang Humas PKS Suryama, wacana reshuffle adalah refleksi ketidakpuasan parpol (partai politik) yang ingin kadernya lebih banyak duduk di kabinet. Jika dibiarkan terlalu lama berkembang, wacana ini akan menganggu kinerja pemerintah.
Partai berbendera putih hitam ini sudah menetapkan prioritas jika memang terjadi reshuffle. Bagi PKS yang paling penting untuk dirombak adalah tim ekonomi. Karena kinerja tim ini untuk memperbaiki perekonomian Indonesia tidak terlalu mengembirakan. Selain tim ekonomi, perhubungan dinilai sebagai salah satu yang juga pantas untuk dirombak. (Astrid Farma Putri/Waluyo Adi Susanto/Sup)