indosiar.com, Merak - Gelombang pasang yang menerjang pelabuhan Merak, Banten, Selasa (25/11/08) kemarin, menghancurkan dermaga apung tempat merapatnya kapal-kapal cepat salah satu sarana penyeberangan di perairan Selat Sunda. Akibat tingginya gelombang serta rusaknya dermaga apung petugas menghentikan operasi kapal cepat tersebut. Penghentian operasi kapal cepat diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari menunggu perbaikan dermaga.
Dermaga apung atau ponton kapal cepat Pelabuhan Bakauheni rusak parah dan nyaris karam akibat dihantam badai Selasa kemarin. Akibatnya penyeberangan Selat Sunda lumpuh total dan 6 kapal cepat yang tersedia tidak bisa dioperasikan.
Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Pelabuhan Merak, Teja Suparna mengatakan, kerusakan terjadi akibat fiber ponton yang bocor karena dihantam ombak, sehingga air masuk ke dalam.
6 armada kapal cepat yang beroperasi selama ini dipastikan tidak akan beroperasi selama beberapa hari. Selain karena kerusakan ponton, ombak Selat Sunda yang berketinggian 3 hingga 4 meter pun tidak memungkinkan untuk pelayaran kapal cepat. Meskipun demikian, jasa pelayanan penyeberangan masih relatif normal karena penumpang yang biasa mempergunakan kapal cepat dialihkan ke kapal Roro. (Heni Murniati Supaidi/Sup)