HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Karena Tidak Membayar Biaya Persalinan, Anak Ditahan



indosiar.com, Tangerang - Malang benar nasib Mariyam warga Cipondoh Tangerang dan Saefullah warga Cipete, Jakarta Selatan. Akibat tidak mampu membayar biaya persalinan anak mereka, sang jabang bayi pun disandera pihak rumah sakit. Bayi baru bisa dibawa pulang bila seluruh biaya yang mencapai jutaan rupiah telah dilunasi.

Mariyam seorang ibu berusia 32 tahun akhirnya melaporkan kasusnya ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) setelah anak ketiganya yang baru lahir disandera oleh seorang bidan di daerah Tanah Tinggi, Tangerang, Banten.

Peristiwa ini terjadi 2 bulan lalu, saat warga Kober Cipondoh, Tangerang, Banten ini pergi ke seorang bidan bernama Delfi Tampubolon untuk melahirkan anak ketiga. Sang bidan menyarankan agar Mariyam dioperasi caesar lantaran belum lama melahirkan anak kedua.

Mariyam pun dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Melati Tangerang. Namun setelah anaknya lahir, dia tidak bisa membayar seluruh uang operasi sebesar 5,6 juta rupiah. Jabang bayi pun ditahan oleh bidan dan dititipkan ke sebuah yayasan. Sang bayi baru bisa diambil jika dirinya membayar seluruh biaya operasi.

Mariyam sempat melaporkan kasusnya ke aparat kepolisian. Namun tidak ditanggapi dengan alasan sang bidan tidak melakukan kesalahan.

Kasus penyanderaan anak juga dialami Saefullah warga Cipete, Jakarta Selatan. Namun saat dikonfirmasi, pihak Klinik Sutarmi tidak merasa menyandera istri Saefullah, karena semuanya telah mendapat persetujuan dari suami. Bahkan pihak klinik telah menawarkan solusi agar dikirim ke rumah sakit pemerintah dan Saefullah diminta membuat surat Gakin, namun Saefullah menyanggupi akan membayar semua biaya persalinan istrinya.

Untuk menyelesaikan masalah ini pihak klinik pun mengijinkan keluarga pasien untuk membayar biaya persalinan tersebut dengan cara dicicil. (Dwinanto Agung/Sup)

Bookmark and Share