FOKUS
Bentuk Ketidakdewasaan Etika Berpolitik
Karikatur Mega - Wiranto
indosiar.com, Jakarta - Polemik menyusul adanya karikatur tokoh yang mirip mantan Presiden Megawati Soekarno Putri dan mantan Panglima TNI Wiranto dalam edisi terakhir tabloid Sambung Hati 9949 yang dibina Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih berlanjut.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung menyatakan karikatur tersebut merupakan bentuk ketidakdewasaan politik pihak yang menerbitkannya, namun PDIP tidak akan memproses hukum pemuatan karikatur tersebut.
Inilah karikatur tabloid Sambung Hati 9949 yang dibina Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat memunculkan polemik. Dalam karikatur ini tokoh yang mirip dengan mantan Presiden Megawati Soekarno Putri dan mantan Panglima TNI Wiranto ditulis mengumbar janji - janji palsu menjelang Pemilu 2009 mendatang.
Pemimpin redaksi Sardan Marbun menarik peredaran tabloid Sambung Hati 9949 sejak hari Selasa (15/4/08).
Menurut pihak redaksi yang dihubungi via telepon bernama Boris, penarikan tabloid edisi Minggu kedua bulan April 2008 ini dilakukan untuk menghindari polemik yang lebih besar.
Sementara Sekjen PDIP Pramono Anung, mengatakan penarikan tabloid Sambung Hati tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kesalahan. Sebab ini menunjukan pihak yang berpolitik tidak secara dewasa dan jauh dari etika kepatutan dan estetika. Namun demikian pihak PDIP tidak akan memperlancarkan tuntutan hukum atas peredaran karikatur ini. (Tim Liputan/Dv).