HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Kasus Teluk Buyat Pencemaran Berat



Berita HOT:

indosiar.com, Jakarta - Dalam penelitian sejumlah organisasi non pemerintah, peristiwa Buyat adalah kasus pencemaran lingkungan yang berat. Bukti menunjukkan sendimen Teluk Buyat mengandung logam berat yang berasal dari buangan limbah PT Newmont Minahasaraya.

Rombongan Polisi Ornop yang terdiri dari WALHI, JATAM, ELSAM, Kontras dan Tapal, Rabu (28/07) pagi mendatangi kantor Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Untuk membeberkan hasil penelitian mengenai pencemaran yang dilakukan PT Newmont Minahasaraya terhadap perairan Teluk Buyat di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Menurut Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Longgena Gintting, sebenarnya sudah cukup bukti menunjukkan kalau sedimen di Teluk Buyat mengandung logam berat yang berasal dari tailing atau pembuangan limbah PT Newmont Minahasaraya.

Kenyataan ini menurut Longgena Ginting dapat ditemukan melalui Penelitian Pusat Pengendalian Dampak Lingkungan yang menyatakan kandungan logam arsen pada ikan di perairan Teluk Buyat telah mencapai 13,87 PPM.

Kandungan ini tergolong tinggi, jika dibandingkan dengan Thailand yang menetapkan 2 PPM sebagai ambang batas maksimal. (Gusti Eka Sucahya dan Gunadi/Sup)

 

Bookmark and Share