HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Konflik Mesuji : TGPF

Kekerasan Terjadi Karena ada Pembiaran dari Pemda



indosiar.com, Lampung - (Rabu, 28.12.2011) Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji Rabu siang menemui tim Pansus DPRD Lampung yang sebelumnya mengaku telah pernah melakukan investigasi tapi hasilnya tidak ditanggapi pemerintah pusat, terkait sebab kekerasan terjadi. Kesimpulan awal TGPF dari pertemuan itu, kekerasan di Mesuji terjadi karena ada pembiaran dari pemerintah daerah.

Dalam kunjungan kerjanya ke Lampung Rabu siang, tim gabungan pencari fakta (TGPF) menemui Komisi III DPRD Lampung untuk mencari dan memverifikasi data yang mereka peroleh di lokasi terkait kasus kekerasan Mesuji. Dalam pertemuan ini terungkap, bahwa Komisi I DPRD Lampung pernah menangani kasus Mesuji tahun 2009 lalu dan membentuk pansus dan tim pencari fakta terkait kasus ini.

Hasil kerja pansus pun sudah dikirimkan kepada Menteri Kehutanan, DPD RI dan DPR RI, namun tidak memperoleh tanggapan.

Dalam rekomendasinya, pansus DPRD Lampung menyebutkan, perluasan lahan register 45 yang dilakukan PT Silva Inhutani cacat hukum. Sebab, untuk menambah lahan produksi PT Silva Inhutani mengusir warga secara brutal dan menggusur 3 kampung disekitar kawasan Register 45 yaitu Kampung Talang Gunung, Pelita Jaya dan Tanjung Harapan.

Sementara itu TGPF yang dibentuk presiden dalam kesimpulan awalnya menyebutkan, kasus sengketa lahan seperti ini menjadi masalah menahun karena adanya sikap pembiaran pihak pemerintah daerah. Dalam kesempatan ini, TGPF meminta berkas dokumen hasil rekomendasi pansus dan tim pencari fakta bentukan Komisi I DPRD Lampung tersebut terkait masalah di Mesuji. (Aris Susanto/Sup)

Bookmark and Share