indosiar.com, Cimahi - (Rabu, 14.09.2011) Kekeringan yang melanda disejumlah wilayah akibat kemarau panjang hingga Selasa terus meluas. Bahkan ratusan warga di Cibabat kota Cimahi, Jawa Barat harus berjuang mengantri sejak pagi hingga malam hari hanya untuk mendapatkan jatah 5 ember air yang bersumber dari jetpam bantuan pemerintah setempat. Sulitnya air juga dirasakan warga di Majalengka, Jawa Barat. Sejak 4 bulan, warga disini harus antri air bersih yang dipasok PDAM.
Ratusan warga di Kelurahan Cibabat, Cimahi ini harus mengantri hingga malam hari untuk mendapatkan jatah air yang bersumber dari jetpam bantuan pemerintah. Ini terjadi karena seluruh sumber air seperti sumur dan PDAM tidak mengalir. Perjuangan warga tentu tidaklah mudah. Nurmala misalnya, harus mengantri berjam-jam hingga malam hari hanya untuk mendapatkan 5 ember berisi air, selain itu, kebutuhan air yang didapat hanya untuk mencukupi baik minum dan mandi saja.
Sementara itu, pihak perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirta Raharja memastikan debit air hingga saat ini dalam kondisi kritis. Jika hingga akhir September tidak hujan, maka pasokan air dari PDAM ke belasan ribu pelanggan kota Cimahi tidak akan normal dan akan diberlakukan sistem giliran.
Sulitnya air juga dirasakan warga di Majalengka, Jawa Barat. Sejak 4 bulan, warga disini harus antri air bersih yang dipasok PDAM. Antrian ini diakibatkan musim kemarau panjang sejak 4 bulan lalu. Pihak PDAM yang mengetahui sejumlah titik rawan kekeringan akan menyuplai air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Namun warga berharap pemerintah memberikan bantuan air bersih secara rutin selama musim kemarau. Warga khawatir jika bantuan air ini sudah habis, mereka akan kesulitan kembali mendapatkan air yang bersih. (Tim Liputan/Sup)