HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Keluarga Iman Samudra Tolak Surat Eksekusi Mati



indosiar.com, Banten - Menyusul penetapan pelaksanaan eksekusi mati terpidana Bom Bali pada 22 Agustus mendatang, pihak keluarga Imam Samudra, salah seorang terpidana Bom Bali, menolak menerima dan menandatangani surat persiapan eksekusi mati dari Kejaksaan Negeri Bali.

Tim Pembela Muslim Banten, yang diwakili oleh pengacara Agus Setiawan menduga ada skenario global atau niat tersembunyi dari pihak Kejaksaan Agung dengan memaksakan diri dengan secepatnya melakukan eksekusi.

Sementara itu pihak keluarga Imam Samudra menolak menerima surat percepatan eksekusi yang diantarkan kerumah mereka di Ropang, Serang, Kamis (27/7/2006) siang. Ibu kandung Imam Samudra, bahkan tidak mau menerima dan menandatangani surat dari Kejari Denpasar, sehingga petugas Kejari akhirnya mengirim surat itu ke kantor Tim Pembeli Muslim di Serang. Sedangkan Lulu, adik Imam Samudra yang ditemui di kantor pengacara Agus Setiawan, menyatakan keluarganya berharap agar proses eksekusi kakaknya dibatalkan.

Surat persiapan eksekusi yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Made Suratmaja, berisi 8 point yang intinya tentang persiapan eksekusi hukuman mati terhadap terpidana Amrozi bin Nurhasin, Ali Gofron alias Muklas, dan Abdul Aziz alias Iman Samudra. Dimana eksekusi akan dilakukan pada tangga; 22 Agustus 2006 mendatang.(Tim Liputan/Idh)

Bookmark and Share


Page: 1
15-Oct-2006 05:34:31 WIB by nyoman anak bali asli
jagan di halangi keberangkatan mereka ke sorga
29-Jul-2006 00:53:18 WIB by princess
Ngapain sih nunggu2 lagi? udah jelas2 mereka salah, sudah bunuh ratusan orang dan sudah mengaku bersalah. sekalipun pihak keluarga tidak setuju, tunjukkan dong keadilan buat pihak yang jadi korban mereka. Eksekusi tidak boleh mundur lagi. Kalau perlu dipercepat. Tuhan memang MUNGKIN sudah memaafkan mereka, tapi kita kan bukan Tuhan. Urusan Tuhan sudah memaafkan/tidak ya tinggal bagaimana nanti sesudah mereka meninggal mereka sendiri yang akan dihakimi oleh Tuhan, biar Tuhan yang memutuskan, mereka akan masuk surga atau neraka. Jangan dibela deh yang begini. Apalagi bunuh ratusan orang pake bawa2 nama agama, kan citra islam jadi rusak gara2 mereka.
28-Jul-2006 17:31:58 WIB by lisna
Keluarga teroris harus terima keadaan hukum di indonesia karna anak anda telah merusak nama baik islam indonesia... sebagai seorang teroris
apa pikiran anda punya anak seorang teroris telah membunuh orang yang tak berdosa ...
dan itu juga dia membunuh dengan cara mem boom dengan nama allah itu tidak benar allah mengutuk anak anda ...
anak anda membunuh sama dengan umat ciptaan alloh...
bembunuh dengan cara itu perintah dari alloh...
anak anda berguru sama dengan setan...
keluarga teroris harus terima anak anda dengan hukuman mati itu yang terbaik ...
pikirkan sejenak keluarga yang di tinggal dengan kematian nya dengan cara di boom sama anak anda auzubillah himindalik punya anak seperti itu...
agama untuk kita amal kan bukan untuk kejelekan atau untuk salah di pergunakan ...
relakan anak anda karna dia telah berbuat jahat...
hukuman dunia yang pertama dan yang ke dua di akhirat nanti...
itu buah perbuatan anak anda...
di otak dia selain agama islam itu kafir bukan umat alloh dasar teroris...
semua agama sama itu ciptaan allaoh...
28-Jul-2006 15:25:25 WIB by DESI
PIYE THO????BUNUH ORANG BANYAK AJA LANCAR,LA KOK GILIRAN MAU DI BUNUH KOK GAK MAU.PERCUMA NAMAMU IMAM TAPI GAK PUNYA IMAN

 

Nama:
Email:
Security Code: