indosiar.com, Subang - (Senin, 09.01.2012) Suasana duka menyelimuti rumah orangtua TKI Tarlem binti Unus Tajem di Subang, Jawa Barat. Tetangga, baik kerabat dekat menunggu kedatangan jenazah korban yang menjalani otopsi di RSCM Jakarta. Keluarga mencurigai kematian korban di negara tempatnya bekera Jordania berlangsung tidak wajar.
Duka menyelimuti rumah keluarga TKI Tarlem binti Unus Tajem di kampung Karajek, Desa Sukahaji, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Siang tadi pihak keluarga mempersiapkan tenda untuk menyambut jenazah Tarlem yang telah diterbangkan dari Jordania ke tanah air Minggu kemarin. Tarlem bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hai Al Kamiyah, Jordania sejak 13 April 2010.
Ia berangkat menjadi TKW, melalui jasa PJTKI PT Delta Rona Adiguna yang beralamat di Jakarta dan masa kontraknya berakhir pada Maret 2012. Komunikasi terakhir antara keluarga dengan almarhumah terjadi pada 13 November 2011. Sementara pihak keluarga mendapat kabar dari Disnaker Subang bahwa Tarlem telah meninggal dunia pada 24 November 2011, tanpa menyebut penyebab kematiannya.
Sebelum dimakamkan di Subang, jenazah Tarlem dibawa ke RSCM Jakarta untuk menjalani otopsi setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta Minggu sore kemarin. Otopsi dilakukan atas permintaan Awes, suami Tarlem, sedangkan PJTKI yang memberangkatkan Tarlen ke Jordania kecewa atas permintaan keluarga Tarlem, karena mengaku sudah memberi uang asuransi.
Petugas BNP2 TKI menyatakan, akan membantu upaya hukum kepada keluarga Tarlem, jika dari hasil otopsi nanti terbukti ada kekerasan sebelum Tarlem meninggal. (Tim Liputan/Sup)