HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pesawat Jatuh

Kenangan Terhadap Marsma Harsono



indosiar.com, Kupang - Kecelakaan maut pesawat terbang yang terjadi di Magetan, Jawa Timur Rabu (20/5/09) pagi, meninggalkan duka yang mendalam bagi para keluarga korban. Salah satu korban yang meninggal dalam kejadian naas tersebut, yakni Marsekal Pertama Harsono, Panglima Komando Sektor IV Biak Topwa, Angkatan Udara.

Inilah sosok Marsekal Pertama Harsono, Panglima Komando Sektor IV Biak, Angkatan Udara pada pekan lalu baru melakukan kunjungan di Pangkalan Lanud El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan Pangkos ini dalam rangka memimpin operasi tempur pertahanan udara pesan skuadron XIV Iswahyu di Madiun.

Tidak ada tanda - tanda bahwa sosok ini akan begitu cepat menghadap sang khalik. Akan kesan pertama yang ditangkap masyarakat awam almarhum Harsono adalah sosok yang cepat familiar dengan sebutan masyarakat. Ingin dapat dibuktikan pada saat ia memimpin operasi tersebut, ia masih menyempatkan diri untuk memuat masyarakat Nusa Tenggara Timur agar kelak mau menyekolahkan anaknya menjadi penerbang.
 
Namun siapa sangka maut tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih. Sisa hidup Jenderal Bintang I ini harus terakhir secara tragis. Dimana pesawat hercules dengan nomor penerbangan 1325 A yang ditumpangi jatuh dan terbakar didaerah Magetan, Jawa Timur.

Satu hal yang membuat masyarakat Nusa Tenggara Timur bangga akan sosok ini, adalah pernyataan almarhum kode Muhammadyah bahwa ia berupaya untuk meningkatkan status Lanud El Tari dari type C menjadi type B dengan menempatkan skuadron tempur.Mengingat kondisi geografis wilayah NTT yang berbatasan dengan negara Timor Leste dibagian timur dan Australia dibagian selatan. (Jeffry Taulin/Dv).

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: