indosiar.com, Kediri - Tujuh siswa Sekolah Dasar Negeri di Kediri, Jawa Timur mengalami keracunan setelah mencium aroma tinta bolpoint yang baru mereka beli. Para murid merasakan pusing dan mual hingga harus dilarikan ke Puskesmas.
Dari 7 siswa yang menjadi korban keracunan bolpoint, 2 diantaranya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Ngadi Luweh Kediri. Keduanya adalah Yuroh Zuraini dan Sri Rahayu, siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri 2 Bangle.
Mereka merasakan pusing dan mual-mual sesaat setelah mencium bolpoint yang baru saja dibelinya. Anak-anak tertarik membeli bolpoint tersebut karena berwarna warni dan beraroma disalah satu pedagang di sekitar sekolah.
Dokter Puskesmas Ngadi Luweh menjelaskan, tinta yang terdapat didalam bolpoint tanpa merek tersebut mengandung zat adiktiv berbahaya sejenis tinner yang biasa digunakan sebagai campuran cat besi dan kayu.
Diduga kuat zat tersebut yang menyebabkan keracunan para siswa. Pasangan suami istri Surohim dan Siti Ngafidah penjual bolpoint diperiksa polisi. Keduanya tidak tahu menahu tentang bolpoint aroma yang diduga mengandung zat berbahaya tersebut karena mereka membeli dari sebuah toko di kota Kediri dengan harga 22.500 rupiah perpaket berisi 60 biji. Bolpoint tersebut dijual kembali dengan harga 500 rupiah perbiji kesejumlah sekolah di Ngadi Luwih.
Untuk memastikan penyebab keracunan, petugas menyita puluhan bolpoint beraroma tersebut sebagai barang bukti untuk dilakukan uji laboratorium. (Tim Liputan/Sup)